PERPUS PERSADA

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Mitologi Jawa : pendidikan moral dan etika tradisional

Text

Mitologi Jawa : pendidikan moral dan etika tradisional

Budiono Herusatoto, - Nama Orang; Damaika Saktiani - Nama Orang;

Suku bangsa Jawa dikenal sebagai salah satu suku bangsa di Indonesia yang memiliki tradisi kokoh yang masih bertahan sampai saat ini. Dalam kehidupan orang Jawa ‘tempo dulu’, hidup selaras dengan alam semesta adalah suatu keutamaan tersendiri, dimana sang manusia mampu menempatkan dirinya dalam keseluruhan secara selaras sebagaimana terlihat dalam kisah MURWAKALA atau mitos tentang Asal Mula. Dalam mitos tersebut, terdapat berbagai keutamaan yang dijadikan pedoman hidup oleh orang Jawa ‘tempo dulu’ agar dapat hidup selaras dengan alam, mulai dari bangun tidur hingga matahari tenggelam diufuk barat. Ternyata nilai moral masyarakat jawa tempo dulu itu bermula dari wewaler (pamali), menjadi kebiasaan, langgam dan trapsila. Pola disiplin hidup bermasyarakatnya yang menghargai liyan (orang lain), yang dahulu kala dituangkan dalam bentuk mitos (ceritera/kisah yang makna sebenarnya disembunyikan/tersamar), kemudian berkembang, berproses sesuai zamannya sebagai adat-istiadat, dan akhirnya menjadi falsafah hidup (philosophy of live) yang membentuk pribadi ‘berbudi luhur’ yang kini mulai pudar tergerus kemajuan zaman modern. Nilai-nilai moral ‘budi luhur’ itu kiranya dapat dicahayakan kembali melalui berbagai studi, daya-upaya, reka-daya, sebagai gagasan untuk menciptakan ‘trapsila modern’ dalam alam kehidupan Indonesia baru. Proses belajar 3Na : nyinau, nggagas, lan nyipta itu ternyata merupakan suatu kearifan tradisi Jawa yang bernilai perennial/abadi, dan juga bernilai universal. Bahwa kemampuan untuk menuangkan ‘gagasan baru’ itu berawal dengan nyinau (mempelajari, mendengarkan, menghapal, menirukan dan berlatih); kemudian nggagas (menghasilkan gagasan baru/idea), lalu bisa nyipta (menciptakan sesuatu hasil pemikiran modern/baru). Dengan mengenali kembali, lalu mempelajari, memahami, mereinterpretasi, kiranya bisa direvitalisasi menjadi ‘gagasan modern’.


Ketersediaan
SR29877395.992 22 BUD m c.1My Library (300-399 Ilmu - Ilmu Murni)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
395.992 22 BUD m
Penerbit
Yogyakarta : Narasi.,
Deskripsi Fisik
xxv, 131 halaman : ilustrasi ; 21 cm
Bahasa
English
ISBN/ISSN
978-602-5792-30-4
Klasifikasi
395.992 22
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan pertama, 2019
Subjek
Mitologi Jawa
Filsafat Jawa
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Budiono Herusatoto ; penyunting, Damaika Saktiani
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUS PERSADA
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik